Aku pernah berada di sana, dibawah tiang gantungan. Berdiri menengadah, memandangi serat-serat tambang. Mempertanyakan untuk apa kita semua hadir di dunia ini dan hidup?

Tapi karena terlalu pengecut untuk menggantung diri, aku mengambil rokok dan menyulutnya. Sambil membakar paru-paruku sedikit demi sedikit, aku memandangi asap-asap putih di depan mata…itu nyawaku yang terbakar perlahan.

Kulakukan setiap hari, berharap suatu hari aku sesak nafas dan mati.

Tapi kemudian … roda berputar.
kegelapan perlahan berlalu.
Jawaban yang kutunggu akhirnya tiba.

Andai aku tidak takut sakit saat itu, mungkin aku sudah mati tanpa pernah mengetahui jawaban tersebut.

 


 

“masih banyak yg jauh lebih menderita daripada loe!!”

the purpose of sharing suffering is not to expose one’s pain… why would someone be proud that they are in pain???LMAO!!

we just know something is wrong, we get bullied for it, but we dont know what is it. the reason why we share our pain is to FIND OUT WHAT is actually happening inside us, we tell you because we need your help. its just sometimes some people dont know how to listen and take things personally. they forgot their purpose telling others about that pain.

i’m not a bipolar, but experiences the rest ALL AT ONCE. but i came out alive and find myown way after some people says “masih banyak yg jauh lebih menderita daripada loe!!” … bukan karena kata2 itu menginspirasi. tapi karena kata2 itu menyadarkanku bahwa kita ini sesungguhnya sendirian. seperti kata Plato, persahabatan ada karena segitiga. antara kamu dan aku ada sebuah benefit. itu sebabnya … sejujur-jujurnya …. kira ini sendirian dan disalah pahami.

 

Advertisements