Ada ucapan populer yang kedengarannya bijaksana sekali; “Time will heal”.

Waktu akan mengobati.

Mari kita cek kebenarannya. Pada saat kita terluka parah, katakanlah kulit terkoyak, dan tulang patah … apa yang kita lakukan bila kita tidak melakukan apapun? Tentunya, kulit yang terkoyak tersebut akan tertutup sendiri dengan meninggalkan bekas parutan. Sementara itu tulang yang patah akan tetap berada di posisi tersebut sehingga membuat tubuh jadi tidak seperti sedia kala.

Jadi, apakah waktu akan mengobati?

Kalau waktu memang mengobati, maka berarti kita tidak perlu dokter. Kalau sakit kanker, biarkan saja maka akan sembuh sendiri. Kalau kulit terkoyak, biarkan saja maka akan menyatu seperti sedia kala. Kalau patah tulang, biarkan saja maka nanti akan kembali sendiri ke engselnya.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi, kan?

Waktu tidak mengobati. Yang dilakukan oleh waktu adalah beradaptasi. Luka parut yang timbul, tebalnya lapisan kulit yang pernah terparut menandakan bahwa waktu mengajarkan pada tubuh kita bahwa kulit kita terlalu tipis. Waktu juga mengajarkan pada kita untuk membiasakan diri dengan perubahan yang tidak kita inginkan ; saat engsel tulang meleset ke posisi lain.

Itulah yang akan dilakukan oleh waktu. Jadi, sebelum andai melukai seseorang, sebelum anda menghancurkan sesuatu, pikirkan dulu ke depannya. Karena waktu tidak akan mengobati, waktu hanya akan memberi pelajaran.

Advertisements